UPDATE Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Semoga Nasib Sekolah dan Yayasan Tidak Begini

 

Sekolah SMK dan SMP yang dikelola Yayasan Bina Prestasi Nasional, dengan kantor di Ciseuti Jalancagak, Subang.
Sekolah SMK dan SMP yang dikelola Yayasan Bina Prestasi Nasional, dengan kantor di Ciseuti Jalancagak, Subang. /Google Maps

Update kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, semoga yayasan dan sekolah yang terganggu lama diharapkan tidak begini yaitu berdampak buruk.

Adalah contoh nasib sebuah sekolah di Serpong, Tangerang, Banten, yang menjadi rumah hantu pasca kejadian pembunuhan.

Kabarnya, sekolah di Serpong, Tangerang tersebut sudah dibeli perusahaan apartemen dan bangunannya akan diruntuhkan pada Desember 2021 ini.

Ada kesamaan nasib antara sekolah di Serpong, Tangerang tersebut, dan sekolah milik Yayasan Bina Prestasi Nasional di Jalancagak, Subang, yaitu sama-sama sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terganggu kasus pembunuhan.

Namun ada bedanya, sekolah SMK yang di Jalancagak, pembunuhan dialami pada pemiliknya, dengan terjadi pada rumah yang sekaligus yayasan pengelola pada 18 Agustus 2021.

Sedangkan sekolah SMK yang di Tangerang, berdasarkan sejumlah informasi dikutip DeskJabar, ditutupnya terjadi sekolah itu akibat kasus tawuran dimana ada korban tewas terbunuh sekitar tahun 2019 walau sudah beroperasi sejak tahun 1988.

Gambaran nasib sebuah SMK di Serpong Tangerang itu, muncul pada YouTube petualang tanah jawa, berjudul “STM Bhizer 89 Serpong, Sekolah Terbengkalai Penuh Kenangan,” diunggah 31 Oktober 2021.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel